Kamis, 29 September 2011

NEVER say U CAN'T


Melihat mereka yaang terlebih dahulu hebat dariku semakin menyulut semangat ku, untuk menjadi aku yang lebih tangguh. Aku selalu berusaha mencari kata2 yang dapat memotivasi diriku sendiri, memang sulit untuk selalu mengkokohkan pondasi semangat dalam diri sendiri. Hari ketika dimana aku akan menerima rapor pertama ku di SMA ANGKASA, yaa SMA yang ada bapakku disana, berat, berat. Oke forget it udah ahh cukup. Jangan bilang lagi kalok aku tertekan sekolah disana. jangan bilang lagi kalok aku gak sanggup 3 tahun disana. jangan bilang kalok aku gak mampu. Sekarang semuanya udah berubah, aku yang sekarang lebih tangguh setelah semester satu ini. Target2 ku harus tercapai. Demi aku dan orang2 disekitarku yang menginginkan aku sukses. Ketika aku tahu aku jauh dibawah mereka yang dekat denganku, aku jauh jauh dan jauh sekali. Walau ayah tak menampakkan kekecewaanya dan ibu tetap mengatakn bahwa ia bangga dengan apa yang telah kucapai. Tapi aku tau didlam lubuk hatinya dan disetiap do’a akhir sholatnya ayah dan ibu menyimpan harapan besar untuk ku kelak. Kadang aku dengan sadar atau tidak aku malh menceritakan kehebatan mereka, dan malah semakin membuat ayah dan ibu kecewa, mungkin. Setelah aku cerita malah penyesalan yang tak ada hentinya. Sebenarnya apa yang aku harapkan dari cerita yang tak bermakna bagiku dan terutam bagi mereka yang menyimpan harapan besar padaku. Aku malh mengagumi mereka tanpa tau apa yang akan aku lakukan selanjutnya. Tak mengerti aku harus berbuat apa selanjutnya setelah mengerti dan tahu kehebatan mereka. Yaa ini aku yang hanya berhayal dan terkadang lupa merealisasikan hayalanya dengan usaha2 nnyata. Pagi ini masih dalm susana liburan, sebelum ayah pergi ayah menyerahkan daftar nama siswa yang dapat peringkat lima besar, so pasti gak ada namku aku jauh jauh udah dibilang jauh. Aku hanya diam tetap meneruskan pekerjaanku, ayah menyebut salah satu sahabt dekatku yang juara satu, aku tahu secara tidak langsung ayah menginkkan aku seperti itu. Apalagi malunya aku saat harus menemui ayah di ruangangya disana ada bapak2 guru yang belum tahu dan langsung tahu ternyata aku ankanya pak ini YANG BIASA biasa ajj, gak ada sepesialnya. Ayah dan ibu yang menyimpan harapan besar untukku, tunggulah aku yakin dan percaya aku akan memberikan yang terbaik, aku akn realisasikan hayaln2 ku dengan tindakan2 nyata. UNTUK MENCAPAI SEBUAH KESUKSESAN DIBUTUHKAN KESABARAN DAN KETTEKUNAN DALAM SETIAP PROSESNYA, itu kuncinya. Selalu do’akn kami. Amin. 

0 komentar:

Posting Komentar